Follow Gyeonggi

Tentang ‘Gyeonggi’

Gyeonggi adalah provinsi (-do) di bagian barat laut Korea Selatan yang berada di sekeliling Seoul dan Incheon, Gyeonggi terdiri dari 28 kota dan 3 kabupaten.

Kabupaten Yeoncheon

Merupakan wilayah bagian paling utara dari Provinsi Gyeonggi yang berbatasan dengan garis gencatan senjata, dengan bagian timur adalah daerah pegunungan. Sungai Hantang mengalir di tengah kedua wilayah tersebut bergabung di Sungai Imjin. Garis Gyeongwon dan Jalan Nasional melewati pusat kota. Kabupaten ini juga mempunyai banyak ladang termasuk pertanian padi, buah-buahan, dan hasil tani wilayah setempat. Wilayah ini adalah medan perang di masa Perang Korea dan merupakan kota peninggalan budaya seperti Mae Soseong, Peninggalan Prasejarah Jeongok, dan Makam Kerajaan Shilla Gyeongsun. Kabupaten ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pangkalan pertukaran antar-Korea.

Kota Pocheon

Pocheon, yang memiliki air jernih dan pegunungan indah, dilewati pegunungan Gwangju dari timur laut ke barat daya. Berkat perluasan Jalan Raya Nasional 43, kota ini mudah diakses dari kota metropolitan. Terkenal dengan penanaman tanaman khusus dan peternakan, industri peternakan, ginseng dan kacang pinus, Pocheon Makgeolli, dan masakan iga sapi sebagai produk istimewa dari wilayah ini. Situs budaya dan tempat-tempat wisatanya adalah Kuil Banwol, Taman Gwangneung, Danau Sanjeong, dan Lembah Bek-un.

Kabupaten Gapyeong

Kabupaten Gapyeong, terletak di wilayah pegunungan timur laut Gyeonggi-do, dilintasi oleh Rel Kereta Ekspres Gyeongchun dan Rel Kereta Gyeongchun. Memiliki taman hiburan di sepanjang Cheongpyeong, yang menyatu dengan Sungai Bukhan di Cheongpyeong. Tempat wisatanya adalah Kuil Sye Hyeondeungsa, dan terdapat juga pemandangan alam  indah seperti Gunung Unaksan, Air Terjun Mupo, dan Air Terjun Yongchu, dan Bendungan Cheongpyeong yang menarik wisatawan sepanjang tahun. Kacang pinus dan chestnut adalah produk khusus dari wilayah ini.

Kota Dongducheon

Kota Dongducheon terletak di kaki gunung Soyosan, sungai Sogeum, Provinsi Gyeonggi. Kota Dongducheon dengan lompatan baru di abad ke-21, telah menjadi kota pusat di utara Sungai Han.

Kota Paju

Wilayah bebas polusi karena dikelilingi Gunung Gamaksan, Nogosan, dan Papyeongsan serta di bagian barat laut dikelilingi oleh Sungai Imjin. Kecamatan Munsan adalah titik pusat rel kereta api Gyeongui-Jungang, dilintasi oleh jalan unifikasi di pusat kota dan bersinggungan dengan garis gencatan senjata antar Korea. Di sini dapat disaksikan tempat-tempat keamanan termasuk Stasiun Dorasan dan Dek Observasi Unifikasi, Patung Yongmi-ri, dolmen, makam Jangreung, dan makam keluarga kerajaan Joseon.

Kota Yangju

Wilayah ini terdiri dari daerah pegunungan termasuk Gamaksan dan Cheonbosan yang menciptakan wilayah bebas polusi. Sungai Sancheon mengalir melalui bagian tengah kota menuju ke Sungai Imjin. Jalan raya nasional antara Jalur Gyeongwon dan Seoul dan Cheorwon melewati Kecamatan Hoecheon dan Yangju. Ada banyak petani pedesaan dan industri skala kecil. Lembah Songchu dan Lembah Jangheung dikenal sebagai taman hiburan sekitaran Kota Seoul. Aset budaya tak berwujud seperti Yangju Byeolsandae Nori dan Sonool Gut serta warisan budaya termasuk Kuil Hwaam dan Benteng Daemosan merupakan kekayaan budaya di wilayah ini.

Kota Namyangju

Terletak di bagian timur laut Gyeonggi-do, 70% dari total wilayahnya terdiri dari pegunungan. Terbentuk pada tahun 1955 untuk keseimbangan pembangunan perkotaan dan pedesaan. Festival Budaya Dasan diadakan setiap tahun untuk mewarisi semangat Dasan Jung Yak-yong, master ilmu pengetahuan praktis. Wilayah ini memiliki gunung-gunung yang tingginya lebih dari 800m gunung, seperti Gunung Cheong-ma, Chuk-ryeong, dan sebagainya.

Kota Uijeongbu

Kota ini terletak di ujung barisan lembah Churyeong dan dikelilingi oleh pegunungan di timur dan barat. Di sebelah timur terdapat daerah pegunungan Suraksan, Buyongsan, dan Sapaesan yang termasuk dalam alur Pegunungan Gwangju. Di sebelah barat terdapat Pegunungan Dobongsan dan Sappasan, yang merupakan sisa-sisa dari Pegunungan Gwangju. Gunung-gunung ini terbuat dari granit dengan sambungan berbentuk bebatuan, sehingga ada banyak tebing dengan pemandangan yang sangat indah. Aliran sungai Jungnangcheon adalah bagian selatan dari anak sungai Buyongcheon, Baekseokcheon, dan Hoeryongcheon.

Kota Goyang

Di kota ini terdapat Gunung Bukhansan, Nogosan, dan dataran sedimen  sepanjang Sungai Han. Di sebelah barat, lintasan jalan Gyeongui-Jungang membentang dari utara ke selatan, bersama dengan Jalan Bebas dan Jalan Unifikasi. Kota Goyang terkenal dengan Pameran Bunga Goyang, dan Pusat Pameran Internasional Korea dan Kompleks Budaya Pariwisata. Situs budaya dan tempat-tempat wisata tersebar di seluruh kota seperti  Benteng Haengju, Taman Danau, Benteng Bukhansan, Makam Seoo-reung, dan Makam Seosam-reung.

Kota Gimpo

Pada sisi barat terdapat pegunungan berbukit rendah seperti Munsusan, Gahyeonbong, Jangneungsan, Seungmasan, dan Suansan tersebar di berbagai tempat. Karena perbedaan tingkat pasang surut air di pantai sangat tinggi maka di kota ini terbentuk rawa yang luas dan pulau-pulau seperti Judo, Yuldo, dan Yukdo di sepanjang pantai. Secara khusus, Gimpo disebut sebagi museum terbuka karena memiliki berbagai situs budaya. Di antaranya adalah Aegibong, Munsusanseong, Yongsheng, Jangneung dan Seogot.

Kota Guri

Gunung Acha dan Yongmabong menjulang tinggi di sebelah barat daya, dan Sungai Han mengalir ke selatan yaitu ke Sungai Wangsookcheon di sebelah timur untuk membentuk dataran besar. Terdapat jalan tol yang menghubungkan Gyeongchun Road, Guri, dan Pangyo, menciptakan transportasi yang cepat dan nyaman. Di antara situs-situs bersejarah terdapat makam Dong-gu dan di kota ini ditemukan sembilan makam kerajaan Dinasti Joseon. Baru-baru ini, reruntuhan Goguryeo berskala besar telah ditemukan yang kini sedang berada dalam proses rekonstruksi.

Kota Hanam

Sungai Han, tempat Sungai Namhan dan Sungai Bukhan bertemu di Yangshuri, mengalir dari timur ke barat Kota Hanam, dengan Benteng Namhansan di sebelah selatan. Bagian barat berbatasan dengan Seoul, sementara bagian utara berbatasan dengan Sungai Han, dan sisanya adalah wilayah pegunungan dari Pegunungan Gwangju. Terdapat gunung Cheongnyangsan di sebelah selatan, gunung Cheongsan dan Geumamsan di bagian tengah, gunung Gumdansan dan Dururibong di sebelah timur. Kini telah tercipta lingkungan bisnis pariwisata internasional, hiburan, rekreasi dan hotel sejak terbentuknya Kota Baru Wirye pada tahun 2015.

Kabupaten Yangpyeong

Kota ini berlokasi di daerah pegunungan kasar yang berpusat di Gunung Yongmun sehingga memiliki pemandangan alam yang indah. Sungai Namhangang dan Sungai Bukhangang, yang bergabung di Dumulmeori Yangshuri, juga terkenal dengan pemandangannya yang cantik. Situs wisata utama adalah Kuil Yongmunsa, yang didirikan oleh Biksu Wonhyo di masa Kerajaan Silla, dan pohon ginkgonya yang berusia lebih dari 1.100 tahun.

Kota Yeoju

Di kota ini sungai Namhan mengalir dari tenggara ke barat laut. Sebagai wilayah penghasil beras, keramik, dan melon Korea yang dipersembahkan kepada raja, kota ini menjadi kota sejarah dan budaya dengan banyak peninggalan bersejarah nasional, aset budaya, dan situs bersejarah, termasuk benteng Pasasanseong, benteng Namhansanseong, makam Yeongneung, makam Raja Sejong, Kuil Sinsa, dan Kuil Godalsaji. Selain itu, kota ini terkenal dengan ‘World Ceramic Exposition 2001 Gyeonggi’.

Kota Icheon

Bukit rendah Pegunungan Gwangju menyebar di seluruh kota, dan dataran terdapat di antara bukit, aliran sungai Bokhacheon dan Cheongmicheon. Jalan tol Jungbu dan Yeongdong melintas di timur, barat, utara dan selatan kota. Industri ke-1, ke-2 dan ke-3, termasuk beras Icheon dan industri elektronik dengan kualitas terbaik berkembang dengan pesatnya di kota ini, dan ditemukan lebih dari 300 tungku pembakaran keramik bersejarah. Terdapat pula Yeongwolam yang menyimpan sejarah masa lalu. Dan ada juga Festival Budaya Seolbong, Festival Budaya Padi Icheon, dan Festival Keramik Icheon yang digelar sepanjang tahun.

Kota Gwangju

Terletak di daerah Gunung Gwangju, merupakan salah satu dari beberapa barisan gunung yang membentang dari Pegunungan Taebaek dari timur ke barat yang berbentuk lembah yang dikelilingi oleh pegunungan. Kota yang terletak di kawasan pegunungan banyak ditanami sayuran seperti tomat, mentimun, selada, sawi putih, dan jamur sebagai tanaman khusus. Lokasi geografisnya berbatasan dengan Seoul. Benteng Namhansanseong dan tembikar kerajaan menjadikan kota ini sebagai kota wisata satu hari di wilayah metropolitan di mana sejarah dan budaya dapat disaksikan  secara bersamaan.

Kota Seongnam

Terletak di bagian tengah Gyeonggi-do, di ujung Pegunungan Gwangju, pegunungan berbukit setinggi 200 – 500 m melintas dari barat dan timur menuju utara dan selatan. Sungai Tancheon mengalir dari utara ke selatan di pusat kota, dengan dataran rendah membentang dari utara ke selatan di bagian tengah. Terdapat Institut Penelitian Korea, yang berlokasi di Unjung-dong, Bundang-gu serta berbagai monumen bersejarah dan seni budaya, termasuk tujuh peninggalan bersejarah nasional, termasuk kitab Daebanggwangbulhwaeomkyeongjo 21 dan 24.

Kota Gwacheon

Terletak di bagian barat daya Gyeonggi-do, berbatasan dengan Seoul di utara dan berbatasan dengan Anyang, Seongnam, dan Uiwang. Pegunungan di bagian barat laut dan tenggara memiliki ketinggian lebih dari 500m berbentuk seperti layar lipat. Terdapat wilayah perbukitan dengan ketinggian berkisar antara 100 hingga 300m di utara dan dataran dengn ketinggian 100m di selatan. Gunung Gwanak dan Gunung Cheonggye menjulang tinggi, menjadikan Kota Gwacheon sebagai kota wisata budaya di mana fasilitas hiburan seperti Seoul Grand Park dan Arena Balap Gwacheon berlokasi.

Kota Anyang

Terdapat gunung Surisan di sebelah barat daya, gunung Gwanaksan dan Samsungsan di sebelah utara. Ada cekungan elips di tengah datarannya dan merupakan kota yang berkembang di bagian tengah atas sungai Anyangcheon, yaitu anak sungai Sungai Han. Sejak awal, industri di kota ini telah berkembang dan di bidang transportasi kota ini memainkan peran penting. Selain itu, ada sumber daya wisata alam dan budaya yang tersebar di sekitar Gunung Surisan. Taman Hiburan Anyang, Kuil Anyangsa, Yeombulam, Gunung Surisan, Kuil Sammaksa, Kuil Yanyang Middle Choji, dan pagoda bertingkat tiga adalah situs terkenal yang dapat ditemui di kota ini.

Kota Gwang- myeong

Merupakan kawasan perkotaan dan perkotaan yang berbatasan dengan Laut Barat dan memiliki dataran subur di sebelah selatan dan barat. Kota ini memiliki industri pertanian pinggiran kota yang aktif, juga merupakan lokasi untuk industri besar seperti Samsung Semiconductor, Hyundai Motor Company, dan Hyangnam Pharmaceutical Complex. Tanggul Teluk Namyang dibangun untuk menciptakan Danau Namyang. Selain itu, teluk Namyang memungkinkan terciptanya akuakultur serta produksi garam alami di Jebudo dan Kukhwado. Ada berbagai peninggalan bersejarah dari periode Jeongjo di Kuil Yongjusa, juga ada pemandian air panas Wolmun-oncheon, Yulam-oncheon, dan Balansik-yeomcheon. di kota ini terdapat juga situs bersejarah terkait gerakan 3.1 dan Jeam-ri.

Kota Bucheon

Terletak di bagian tengah barat daya Gyeonggi-do, dataran yang terletak di lembah sungai Gulpocheon, yang mengalir ke hilir dari Sungai Han. Pertumbuhan cepat kota Bucheon adalah karena transportasi yang cepat dan nyaman yang menghubungkan kedua kota, dengan lokasi relasional yang terletak di antara ibu kota Seoul dan gerbang kotanya, kota pelabuhan Incheon. Baru-baru ini, kota ini telah menjadi kota wisata internasional dengan diselenggarakannya berbagai acara seperti Festival Film Fantastis Internasional Bucheon dan Festival Komik Bucheon.

Kota Siheung

Meskipun merupakan salah satu kabupaten terbesar di Gyeonggi-do, kota ini diintegrasikan ke dalam Kota Siheung pada tahun 1989 dengan promosi Kabupaten Gunpo dan Uiwang. Jalan raya nasional ke Suwon, Incheon, dan Seoul, jalan tol Yeongdong, dan jalan tol 2 Gyeongin memberikan efisiensi di bidang transportasi. Kota ini juga merupakan kawasan berwaduk dan tempat memancing, serta tempat tersimpannya artefak prasejarah seperti kerang.

Kota Ansan

Kota Ansan menghadap ke Laut Barat, memungkinkan kota ini menjadi kota industri yang terencana dan berkembang sejak diumumkannya rencana pembangunan Kota Industri Baru Banwol pada tahun 1976. Jalan raya dan kereta bawah tanah nasional berkecepatan tinggi yang menghubungkan Pantai Barat dengan Singal memberikan kenyamanan di bidang transportasi. Kota ini memiliki banyak taman menjadikannya sebagai kota dengan area hijau terbanyak di Korea. Selain itu, terdapat pula sejumlah peninggalan prasejarah. Makam Dinasti Joseon, Pulau Daebudo dan Sihwa Lake Reed Marsh Park adalah situs wisata terkenal di kota ini.

Kota Gunpo

50% dari wilayah kota adalah cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan. Gunung Moransan dan Gwanaksan berlokasi di sebelah timur, Gunung Surisan di barat, dan Gunung Obongsan di sebelah selatan. Di Sanbon-dong, ada situs budaya seperti Igi Cho Seonjo, pemakaman Jeonju Yi Anyang-gun, dan di Daeyami-dong. ada situs budaya seperti makam guru Kim Man-ki, Guru Jeong Ran-jong dan makam Shin Dobi.

Kota Uiwang

Terletak di bagian barat daya Gyeonggi-do, kota ini merupakan dataran   timur-barat yang sempit dan utara-selatan yang panjang. Kota ini juga merupakan pusat transportasi yang dilintasi oleh Jalan Industri Gyeongsu dan Jalur Kereta Api Gyeongbu. Di kota Uiwang, terdapat pemandangan alam seperti Gunung Moraksan, Lembah Gunung Baekunsan, Danau Baekun, Gunung Obongsan Byeongpungbawi, dan Danau Wangsong.

Kota Suwon

Suwon adalah kota bersejarah yang berbentuk benteng, merupakan kota terencana yang dibangun oleh raja ke-22 Dinasti Joseon berdasarkan pemikiran praktis menjadikannya sebagai pintu gerbang ke Seoul bagian selatan. Kota Suwon merupakan tempat budaya tradisional dan peradaban modern, termasuk Hwaseong, yaitu situs warisan dunia seni arsitektur benteng yang berhiaskan tempat-tempat wisata di dekatnya. Untuk wisata kuliner, ada Suwon Galbi yang terkenal dengan kelezatan rasanya. Kota ini adalah kota dengan badan pemerintahan dasar mandiri pertama di Korea yang mencapai jumlah penduduk 1 juta orang yang kini bersiap untuk melakukan lompatan berikutnya.

Kota Yongin

Kota ini adalah kota wisata budaya di mana 10 juta wisatawan berkunjung setiap tahun untuk menyaksikan keindahan gunung dan akar budaya yang mendalam. Terdapat 10 universitas, 72 fasilitas penelitian dan pelatihan, dan perusahaan-perusahaan ilmu teknologi domestik terkemuka di kota ini.

Kota Anseong

Anseong adalah kota budaya dan artistik yang dapat dijangkau dalam waktu satu setengah jam dari Seoul. Terdapat Kuil Suknamsa, tempat budaya Silla dilestarikan, Festival Baudukyi, tempat lahirnya Namsadang di masa Dinasti Joseon, dan Pusat Memorial Gerakan 3.1 sebagai tempat pendidikan sejarah terutama terkait salah satu dari tiga pertempuran terbesar di dunia. Di kota ini dapat dinikmati berbagai kegiatan, sejarah, ilmu pengetahuan, dan budaya.

Kota Osan

Jalan nasional antara Seoul dan Mokpo serta Jalur Gyeongbu yang menembus bagian tengah kota dari utara ke selatan, membentuk poros transportasi pusat. Kota ini terdiri dari wilayah pedesaan dan perkotaan dengan keseimbangan cekungan kecil dataran dari utara ke selatan dimana kehidupan perkotaan, pedesaan dan pabrik berbaur dengan harmonis. Kota Osan memimpin perubahan dalam pendidikan masyarakat Korea dan mencapai posisi sukses sebagai kota pendidikan yang inovatif di mana kegiatan belajar dan mengajar menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Kota Hwaseong

Garis pantai, yang membentang di tiga teluk Gunja, Namyang, dan Bunyang, sangat melengkung, membentuk wilayah yang cocok untuk lahan urukan, produksi garam, dan akuakultur. Di Teluk Namyang, tanggul Teluk Namyang dibangun, menciptakan danau air tawar besar, yaitu Danau Namyang. Ada dua pulau berpenduduk dan 39 pulau tak berpenghuni di lepas pantai, termasuk teluk ini. Berbagai tempat wisata terkenal seperti pelabuhan Jebudo, Gungpyeong dan Jeongok, serta gunung fosil dinosaurus yang merupakan tempat ditemukannya salah satu dari tiga fosil telur dinosaurus terbesar di dunia.

Kota Pyeongtaek

Terletak di pantai barat daya Gyeonggi-do dan merupakan daerah yang relatif datar dengan beberapa bukit. Setelah penyatuan kembali Tiga Kerajaan, wilayah ini dinamai ‘Pyeongtaek’, yang berarti bahwa hanya ada sebuah kolam di tanah datar. Beras Pyeongtaek ditetapkan sebagai beras Gyeonggi bersama dengan beras Anseong, beras Gimpo, dan beras Icheon karena dihasilkan dari dataran sawah yang luas.

(Panduan tentang 31 kota dan kabupaten di Gyeonggi)

Zona Pameran

Jadwal 19-20 OCT 2019
Waktu 12:00 PM – 17:30 PM (SAT – SUN)
Tempat ISTORA SENAYAN (outdoor)
PROGRAM Zona Pameran, Zona Belanja, Event Acara Khusus
Tiket masuk gratis

Program

Zona Pameran

Anda bisa mendapatkan informasi tentang sumber daya wisata yang menarik dan konten Hallyu, wisata kuliner, dan acara festival terkait Korea dan Gyeonggi-do.

Zona Belanja

Anda bisa mendapatkan informasi tentang produk pariwisata antara Korea dan Indonesia dan paket wisata khusus di Gyeonggi-do.

Event Acara Khusus

Sesi pengarahan dan sesi konsultasi B2B akan diadakan untuk berbagai perusahaan di Indonesia yang tertarik dengan produk wisata MICE dan Hallyu di Gyeonggi-do.

SPOT

Edisi Motion

Edisi Kekasih

Edisi Audio